Contoh Hasil Laporan Study Tour ke Stasiun Televisi Nasional TVRI

Contoh Hasil Laporan Study Tour ke Stasiun Televisi Nasional TVRI


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Jumpa lagi dengan saya, acung carus yang masih selalu mencari dan ingin berbagi informasi :). Apakah kalian seorang pelajar ? Jika memang benar, ya seperti saya. Menjadi seorang pelajar tentunya harus bisa mendapatkan apa yang kita inginkan sebagai seorang pelajar mestinya, prestasi salah satunya. Apalagi jika kalian mengenyam sekolah di SMK seperti saya, harus bisa memutar-mutar kepala guna mencapai tugas-tugas yang di berikan guru pengampu. Seperti saya kemarin, sekolahku melaksanakan study tour ke TVRI. Dan setelah kegiatan dilaksanakan harus membuat laporannya. Nah... alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya :). Dan akan saya bagikan pada kalian. Yang pada pertemuan sebelumnya saya saya berbagi tentang Jenis-jenis keyboard dan pengertiannya, Oke langsung saja lihat dibawah ini hasil laporan buatanku :).


LAPORAN KEGIATAN STUDY TOUR
PATI – JAKARTA
27 – 29 NOVEMBER 2012

smk cordova
NAMA  : AZRUL AMIN
KELAS  : XI MM 3NO.Absent : 11PEMBIMBING : NISAM ADI SULISTYO



 


YAYASAN AL-ZAHRA HAJAIN SMK CORDOVA
KAJEN MARGOYOSO PATI
Jln.Polgarut Selaan, Kajen Margoyoso.
e-mail : smkcordova@gmail.com







HALAMAN PENGESAHAN


LAPORAN KEGIATAN STUDY TOUR SMK CORDOVA
DI TVRI JAKARTA
TANGGAL 27-29 NOVEMBER 2012


Penulis,



AZRUL AMIN




 Mengesahkan,

Pembimbing                                                        Kepala Program Keahlian         



                  Nisyam Adi Sulistyo                                                   MOH.ABBAD, S.Kom                     




  Kepala Sekolah 


                                                       HM.SUDIYONO,S.Pd M.Pd






KATA PENGANTAR
            Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan study tour yang dilaksanakan di Jakarta bertempat di TVRI. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah saya laksanakan, saya menyusun Laporan Study tour ke Jakarta yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa-siswi SMK CORDOVA kelas XI MM.
            Dengan selesainya Study tour ini, maka ijinkan saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.    Bapak Drs M.sudiyono, S.pd, M.pd selaku kepala sekolah SMK CORDOVA.
2.    Perusahaan televisi Nasional TVRI yang telah memberikan
3.    Bapak Tonikhajaya selaku wali kelas saya.
4.    Bapak dan Ibu saya yang selalu meridhoi saya, kemanapun kaki saya melangkah
5.    Kepada teman-teman juga yang sudah memberikan suport pada saya untuk menyelesaikan laporan ini.
Penyusun menyadari bahwa Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itulah kritik dan saran yang membangun dan bapak dan ibu guru sangat diharapkan oleh penulis untuk membenahi laporan tersebut.



Kajen, Margoyoso-Pati
30 November 2012.



  



PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Study tour merupakan salah satu bagian dari kegiatan yang berhubungan dengan keahlian dan mendukung proses belajar siswa-siswi SMK CORDOVA Margoyoso Pati, jurusan Multimedia. Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa-siswi tidak hanya mendapat pengajaran dari sekolah saja tetapi juga mengetahui dunia kerja yang akan mereka tempuh dan perlu mendapatkan pengalaman di luar sekolah sebagai penyempurnaanya. Pelaksanaan pendidikan di dalam sekolah dititikberatkan pada pengembangan kreativitas, pembekalan dasar keahlian dan pengembangan wawasan kompetensi. Selain belajar disekolah kita juga dapat belajar di lapangan, dengan adanya kegiatan seperti ini siswa-siswi jurusan Multimedia jadi lebih mengetahui bagaimana situasi didunia kerja yang sebenarnya.  
Siswa-siswi pada umumnya sebelum melakukan praktik pasti selalu didasarkan teori mata pelajaran yang sudah diberikan oleh masing-masing guru pengampu. Tidak hanya pintar diteori, namun siswa-siswi juga harus bisa menerapkan teori-teori yang sudah diberikan melalui praktik yang dapat dilakukan dimana siswa-siswi menimba ilmu, dalam hal ini adalah murid  jurusan Multimedia.



‘STUDY DI STASIUN TELEVISI NASIONAL TVRI DI JAKARTA’

Sejarah televisi nasional TVRI
Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV.Pada tanggal 25 Juli 1961Menteri  Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:
·         Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
·         Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
·         Mempersiapkan software (program dan tenaga).
Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, 
dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI.
Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun MedanSurabayaMakassarManado,Denpasar, dan Balikpapan.

TVRI pada Era Orde Baru
Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.
Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.
Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.
Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.
Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.


TVRI pada Era Reformasi
Bulan Juni 2000, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.
Bulan Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan RI untuk urusan keuangan.
Tanggal 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2002, status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kementerian Negara BUMN. Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia. Saat ini TVRI memiliki 27 stasiun Daerah dan 1 Stasiun Pusat dengan didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Ke 27 TVRI Stasiun Daerah tersebut adalah:

  1. 1.    TVRI Stasiun DKI Jakarta
    2.    TVRI Stasiun Nangroe Aceh Darussalam
    3.    TVRI Stasiun Sumatera Utara
    4.    TVRI Stasiun Sumatera Selatan
    5.    TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten
    6.    TVRI Stasiun Jawa Tengah
    7.    TVRI Stasiun Jogyakarta
    8.    TVRI Stasiun Jawa Timur
    9.    TVRI Stasiun Bali
    10.  TVRI Stasiun Sulawesi Selatan
    11.  TVRI Stasiun Kalimantan Timur
    12.  TVRI Stasiun Sumatera Barat
    13.  TVRI Stasiun Jambi
    14.  TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau
    15.  TVRI Stasiun Kalimantan Barat
    16.  TVRI Stasiun Kalimantan Selatan
    17.  TVRI Stasiun Kalimantan Tengah
    18.  TVRI Stasiun Papua
    19.  TVRI Stasiun Bengkulu
    20.  TVRI Stasiun Lampung
    21.  TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara
    22.  TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur
    23.  TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat
    24.  TVRI Stasiun Gorontalo
    25.  TVRI Stasiun Sulawesi Utara
    26.  TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
    27.  TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara




    Stasiun
    Stasiun Pusat TVRI berada di Jakarta, dan TVRI memiliki stasiun relay pada sejumlah kota di Indonesia. Selain TVRI Stasiun Pusat Jakarta, juga terdapat TVRI Stasiun Daerah pada beberapa ibukota provinsi di Indonesia. TVRI Stasiun Daerah selain merelay TVRI Jakarta, juga memiliki acara yang bersifat lokal (termasuk Berita Daerah) pada jam-jam tertentu. TVRI Stasiun Daerah pada umumnya juga direlay oleh stasiun relay di wilayah provinsi tersebut.


    Berikut adalah daftar TVRI Stasiun Daerah:

    1.    Sumatera:
    TVRI Aceh (Banda Aceh)
    TVRI Jambi (Jambi)
    TVRI Sumatera Selatan (Palembang)
    TVRI Riau (Pekanbaru)
    TVRI Lampung (Bandar Lampung)
    2.    Jawa:
    TVRI Jawa Barat (Bandung)
    TVRI Jawa Tengah (Semarang)
    TVRI Jawa Timur (Surabaya)
    TVRI Yogyakarta (Yogyakarta)

    3.    Bali dan Nusatenggara:
    TVRI Bali (Denpasar)
    4.    Kalimantan:
    TVRI Kalimantan Timur (Balikpapan)
    TVRI Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
    TVRI Kalimantan Barat (Pontianak)
    5.    Sulawesi:
    6.    Maluku dan Papua:
    TVRI Maluku (Ambon)
    TVRI Papua (Jayapura)







    ‘SRUDY DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH JAKARTA’

    Sejarah Taman Mini Indonesia Indah Jakarta
    Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah", yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.
    TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektar. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.
     TMII memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari "Taman Mini Indonesia Indah". Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini "Indonesia Indah" ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.

    taman mini indonesia indah

    taman mini indonesia indah jakarta


    ‘RINGKASAN KEGIATAN STUDY TOUR’


    Tujuan
    Kegiatan Studi tour ke Stasiun Televisi Nasional TVRI Jakarta bertujuan:
    1.    Memperlihatkan siswa-siswi tentang bagaimana produksi film maupun televisi secara langsung dan sebenarnya.
    2.    Memberikan wawasan dan pengetahuan kepada siswa-siswi tentang seluk beluk dunia kerja pertelevisian yang sesungguhnya.
    3.    Menambah wawasan bagi para siswa-siswi didunia pertelevisian.
    4.    Sebagai studi komparasi siswa-siswi terhadap teori-teori yang didapat di sekolah dengan praktik yang sebenarnya di stasiun Televisi dan proses penyiaran berita.
    5.    Mengoptimalkan kemampuan siswa-siswi dalam praktik lapangan pada sebuah produksi televisi.
    6.    Mengetahui dunia kerja pertelevisian.



    Manfaat
    Kegiatan Studi tour ke Stasiun Televisi Nasional TVRI Jakarta bertujuan:
    1.    Sebagai usaha menambah pengalaman bagi siswa-siswi jurusan Miltimedia sehingga nantinya dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan yang sebenarnya dilapangan atau didunia kerja pertelevisian mau pun dunia perfilman.
    2.    Menambah pengetahuan siswa-siswi tentang dunia pertelevisian televise nasional dan perfilman yang ada di Jakarta.
    3.    Dapat melihat langsung dunia kerja di pertelevisian yang sebenarnya yang ada di TVRI Jakarta.


    Kesimpulan
    Setelah pelaksanaan Study Lapangan ini, penulis medapat banyak pengalaman dan kesimpulan dari kegiatan tersebut. Yaitu agar siswa-siswi mengetahui bagaimana dunia kerja diindustri pertelevisian, dan mendapat banyak pelajaran yang tidak terdapat pada pelajaran biasanya.
    Pelaksanan Study tour ini telah memberikan banyak sekali pengalaman bagi siswa-siswi tentang dunia kerja pertelevisian, mulai dari pra produksi, produksi dan pasca produksi yang ada distasiun televisi. Pengalaman ini menjadi bahan baru bagi penulis untuk melengkapi teori-teori yang telah didapatkan sekolah.

    Saran
    Saran untuk Jurusan Multimedia SMK CORDOVA Kajen, Margoyoso, Pati :
    a.       Memperbanyak kunjungan ke stasiun-stasiun televisi lainnya, agar wawasan siswa-siswi menjadi bertambah, tidak hanya stasiun televisi di TVRI jakarta, tetapi perlu mengadakan kunjungan kebeberapa televisi lokal yang ada didaerah-daerah.
    b.      Mengaktifkan kembali kegiatan siswa-siswi melalui televisi sekolah sebagai media pembelajaran dan praktik siswa-siswi untuk memproduksi acara televisi yang dimulai dari lingkup sekolah didampingi guru-guru pembimbing.





    Baiklah, sekian dulu artikel Contoh Hasil Laporan Study Tour ke Stasiun Televisi Nasional TVRI nya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kalian semua. dan apabila ada kesalahan dan kekurangannya, dengan rendah hati saya mohon maaf seebesar-besarnya.
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



6 komentar:

  1. ini artikel koq mantap sekale :D
    thank's ya :D

    Comment back ya :D

    ReplyDelete
  2. mantep banget nih sob artikelnya ., :)

    ReplyDelete
  3. terima ksih ya gan. ini buat bekal saya nanti kelas 11 :). mampir balik ya..

    ReplyDelete
  4. @nabbeh_terima kasih udah berkunjung kawan :)
    @PutuGiBagi_iya masama kawan :). terima kasih ya dah berkunjung :)

    ReplyDelete
  5. artikel yang berkualitas, mampir sob wah bermanfaat sekali tipsnya, mampir ya Tips Memasak Sederhana hasil Maksimal

    ReplyDelete

Kritik dan saran anda yang membangun yang saya butuhkan :)

Pengikut

Site Info